2019-02-09 13:14:26

Kepemimpinan adalah Seni Keteladanan

Artikel.

Rahmadani Certified STIFIn Trainer RSB-KLM-59

“Setiap kita adalah pemimpin, dan kelak akan dimintai pertanggunggjawabannya di hadapan Allah atas kepemimpinan kita.”

Tentu pada kondisi ini kita belum tentu mengetahui sepenuhnya siapa diri kita serta apa dan siapa orang yang kita pimpin.

Pada suatu kesempatan sharing saya ditanya: “Apakah saya berhak memimpin dan apakah saya pantas untuk memimpin?”

“Kepemimpinan yang terkecil dan yang utama adalah memimpin diri sendiri, sehingga bagaimana kita mampu memimpin orang lain jika kita belum mampu memimpin diri kita sendiri.” Jawab saya.

3 (tiga) kata kunci dalam hal ini adalah: "Be - Know - Do" "If You want to BE a leader, you must KNOW and understand what is leadership and how to lead people effectively, and then you must DO what you knew and understood for leadership and how to lead people"

Sejatinya dalam setiap manusia memiliki fitrahnya masing masing dan juga memiliki pola kepemimpinannya sendiri. Untuk meningkatkan kemampuan dan gaya kepemimpinan kita, kita perlu mengetahui dan juga mampu menerapkan kekuatan kepemimpinan kita sesuai dengan gaya/pola kerja setiap bawahan kita.

Dalam konsep STIFIn yang begitu aplikatif yang dapat dijadikan tools agar gaya kepemimpinan kita semakin diteladani dan semakin efektif, oleh karena ini setelah kita memahami apa MK dan PG kita (sebagai pemimpin), maka kita cukup menerapkan kekuatan kepemimpinan kita sesuai dengan MK bawahan kita:

Bawahan Sensing merupakan pekerja yang begitu mementingkan detail dan informasi sehingga kita harus mengembangkan "information power" kita sebagai pemimpin.

Bawahan Thinking merupakan pekerja yang sistematis dan taat terhadap aturan, oleh karena itu kita cukup memberikan legitimasi kepada seorang Thinking agar dia semakin siap dalam tugasnya.

Bawahan Intuiting merupakan pekerja yang tidak menyukai hal yang statis dan apa adanya, sehingga tugas Anda sebagai pemimpin adalah mengembangkan "expert power" sebagai bentuk keteladanan bagi seorang bawahan Intuiting.

Bawahan Feeling cukup Anda lakukan pendekatan yang mampu membuat dia semakin mencintai Anda sebagai pemimpin, sebab saat seorang Feeling sudah mengikatkan diri atas kesetiaannya, tugas Anda adalah menjaga keseimbangan "referent power".

Bawahan Insting merupakan pekerja keras dan memiliki kemampuan "Altruis Intelegency", optimalkan diri Anda sebagai pendorong dirinya untuk terus terlibat dalam upaya dan kerja tim yang Anda bangun, sehingga aliran energi seorang Insting terus mengalir.

Kenalilah karakter kepemimpinan Anda serta pahami sepenuhnya tim kerja di sekitar Anda, agar hasil kerja menjadi lebih optimal dan dinamis.

Related Articles

Event

---COMING SOON---