2019-02-07 21:08:34

Untuk Memahami Bisnis, Pahami Diri Anda

STIFIn Bussiness. Artikel. STIFIn Bussiness.

Oleh : Irsan Husain

"Mengapa jalan bisnis banyak menemui kegagalan"? Analis bisnis merumuskan ada dua pendekatan utama kegagalan dalam berbisnis. Faktor eksternal dan faktor internal.

Statistik di tahun 2016, ada sekitar 78 persen startup bisnis berskala kecil bertahan di tahun pertama dan sekitar 50 persen dari jumlah bisnis ini bertahan setidaknya selama 5 tahun. Hanya sepertiganya yang bertahan diatas 10 tahun atau lebih.

Kegagalan yang datang dari faktor internal biasanya dipaparkan analis adalah : Perencanaan yang kurang matang,  tidak berani mencoba, mudah menyerah, terburu-buru, tidak percaya diri, hanya sekedar mencoba, tidak meguasai bidang yang diplih, sekedar ikut trand, melakukan kerjasama yang salah, tidak sebenarnya fokus pada usaha yang dipilih, menyerah dan takut mengulangi nya, tidak memahami pengelolaan keuangan, tidak memiliki pengalaman dalam ilmu pemasaran.

Dan Faktor ekternal yang dibahas seputar : SDM yang kurang berwawasan, kurang pengetahuan tentang teknologi, bekerjasama dengan pihak yang salah, kurang pas lokasi, tidak mendapatkan investor yang tepat dan masih banyak yang lain.

Kegagalan pebisnis dari faktor pengaruh internal yang dibahas oleh para analis dibanyak jurnal atau artikel sangat lah umum. Para analis tidak mendetailkan nya. Sehingga hal ini pun akan menghasilkan advice yang juga tidak mendalam dan detail jika sang analis mambahas persoalan bagaimana mendrive pebisnis untuk meraih puncak nya.

Dalam hal mempengaruhi kegagalan sebuah bisnis faktor internal ini cukup mendominasi dibanding faktor eksternal. Maka yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah faktor-faktor internal yang mempengaruhi sang pebisnis ini. Simon Sinek motivator dan penulis buku Start With Why (2009) pernah mengatakan dalam quote nya yang terkenal “If you don’t understand people, you don’t understand business.”

Bisa dibayangkan, jika tidak memahami orang lain, maka kita tidak akan memahami bisnis. Kalimat “memahami orang lain” ini perlu untuk kita garisbawahi. Untuk memahami orang lain tentunya kita harus memahami pribadi kita terlebih dahulu. Jika melihat faktor internal apa saja yang mempengaruhi kegagalan bisnis  di atas secara lebih teliti,  akan kita temukan bahwa penyebab utama nya adalah banyak pebisnis “tidak memahami siapa dirinya”. Mereka sebenarnya tidak mengenal dirinya.

Perencanaan yang kurang matang hadir dikarenakan sikap yang terlalu terburu-buru, kurang informasi tetapi sudah melakukan action.  Sikap tidak berani mencoba ini bisa dikarenakan kurang percaya diri. Mudah menyerah itu disebabkan tidak dapat memotivasi dirinya senidiri. Tidak meguasai bidang yang diplih dikarenakan sebelumnya juga tidak memahami jalur profesi yang tepat untuk dirinya. Tidak memahami pengelolaan keuangan dikarenakan tidak tahu apa yang sebenarnya menjadi fokus dirinya. Tidak memiliki pengalaman dalam ilmu pemasaran bisa dikarenakan tidak matangnya pribadi sehingga tidak percaya diri untuk mempelajari banyak hal. Yang inti nya dari keseluruhan itu adalah tidak kenal akan dirinya. Tidak memahami dirinya berarti tidak akan mengenal orang lain. Sudah pasti dia tidak akan mengenal bisnis dan gagal di jalur itu.

Pebisnis harus mengenal dirinya, itu kata kunci nya. STIFIn sebagai konsep telah memetakan hal itu dengan baik. Bahkan SITIFn sebagai tools telah dengan akurat, rinci dan simple nya mengenalkan diri kita dan orang lain. Sehingga STIFIn bisa menjadi nahkoda bagi para pebisnis untuk menentukan arah, fokus dan model bisnis yang akan dijalani nya. STIFIn bisa dikatakan sebagai peta jalan pribadi dalam menemukan dirinya. Menemukan model kenyamanan yang bisa dirasakannya dalam berbisnis. Inilah titik krusial yang menurut saya penting untuk dipahami oleh kalangan pebisnis.***

Related Articles

Event

---COMING SOON---